Pages

Thursday, March 30, 2017

Landasan Kebijaksanaan Pengelola Sumber daya Alam dan Karakteristik Ekologi Lingkungan

3. Landasan Kebijaksanaan Pengelola Sumber daya Alam 

     Sumber daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati dan sumber daya buatan. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup lain. Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. 
     Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan. Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik. Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang. Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.
     Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tidak hanya ditetapkan untuk dilaksanakan masyarakat tanpa pengawasan lebih lanjut dari pemerintahan. Pemerintah memiliki peran agar kebijakan tersebut diterapkan sebagimana mestinya oleh masyarakat. Sesuai dengan undang-undang tahun32 tahun2004 tentang pemerintah daerah dan PP NO. 25 tahun 2000 tentang kewenangan daerah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengkuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat dari pemerintah pusat kepada daerah :
1.  Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup
2.  Memerlukan peranan lokal dalam mendesain kebijakan
3.  Membangun hubungan interpedensi antar daerah
4.  Menetapkan pendekatan kewilayahan
Dapat dikatakan bahwa konsekuensi pelaksanaan UU NO. 32 tahun2004 dengan PP NO. 25 tahun 2000, pengelolaan lingkungan hidup lebih diprioritaskan didaerah, maka kebijakan nasional dalam bidang lingkungan hidup secara eksplisit merumuskan program yang disebut sebagai pembangunan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup :
a.      Program pengembangan dan peningkatan akses informasi sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup.
Program ini bertujuan untuk meperoleh dan menyebarluaskan informasi yang lengkap mengenai potensi dan produktivitas sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup melalui inventarisasi dan evaluasi, serta penguatan sistem informasi. Sasaran yang ingin dicapai melalui program ini adalah tersedia dan teraksesnya informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup, baik berupa infrastruktur data spasial, niali dan neraca sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup oleh masyarakat luas disetiap daerah.
b.    Program peningkatan efektifitas pengelolaan, konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam (SDA).
Tujuan dari program ini adalah menjaga keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup hutan, laut, air udara dan mineral. Sasaran yang akan dicapai dalam program ini adalah termanfaatkannya, sumber daya alam (SDA) untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri secara efesien dan berkelanjutan. Sasaran lain diprogram ini adalah terlindunginya kawasan-kawasan konservasi dari kekuasaan akibat pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang tidak terkendali dan eksploitatif.
c.  Program pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkunagan hidup.
Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya mencegah kerusakan dan/atau pencemaran lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan yang rusak akibat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, serta kegiatan industri dan transportassi. Sasaran program ini adalah tercapainya kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sesuai dengan mutu lingkungan yang ditetapkan
d.     Program penataan kelembagaan dan penegakkan hukum, pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan pelestarian lingkungan hidup.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan kelembagaan, menata sistem hukum, perangkat hukum dan kebijakan, serta menegakkan untuk untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan pelestarian lingkungan hidup yang efektif dan berkeadilan. Sasaran program ini adalah tersedianya kelembagaan bidang sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup yang kuat dengan didukung oleh perangkat hukum dan perundangan serta terlaksananya upaya penegakkan hukum secara adil dan konsisten.
e.    Program peningkatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan peranan dan kepedulian pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestFarian fungsi lingkungan hidup. Sasaran program ini adalah tersedianya sara bagi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup sejak proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan.


4. Ekologi Lingkungan
Ekologi adalah ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungan nya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) danlogos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914). Berdasarkan didalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem yang dimana dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu seperti pada faktor abiotik dan biotik.
Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik. Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
1.      Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
2.      Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
3.       Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kini para ekolog (orang yang mempelajari ekologi) berfokus kepada Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.

      - http://mynotesfff.blogspot.co.id/2016/03/asas-asas-pengetahuan-lingkungan.html
       - https://nenengsuryani05.wordpress.com/2015/03/27/makalah-sumb-daya-alam/


Pengertian lingkungan dan asas-asas lingkungan

Pengetahuan Lingkungan

1. Pengertian Lingkungan dan Ilmu Lingkungan

     Pengertian lingkungan secara klasik adalah sekeliling tempat organisasi beroprasi, termasuk udara, air, tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia, serta hubungan di antaranya. Sekeliling dalam hubungan ini jangkauannya dari dalam organisasi sampai sistem global. Menurut Sri Hayati menjelaskan lingkungan hidup sebagai satu kesatuan ruang dengan semua benda juga keadaan makhluk hidup. Yang termasuk didalamnya adalah manusia dan perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia juga makhluk-makhluk hidup lainnya. Sedangkan menurut Soedjono, lingkungan hidup  adalah lingkungan hidup fisik ataupun jasmanai yang mencakup dan meliputi semua unsur dan faktor fisik jasmaniah yang terdapat dalam alam.
     Ilmu lingkungan adalah kajian tentang kenyataan dan upaya yang harus dilakukan manusia untuk mengelola lingkungan hidup sesuai dengan peran dan fungsinya, agar mendukung perikehidupan serta meningkatkan kesejahteraan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Pengertian lain mengenai lingkungan yaitu ilmu pengetahuan multi-disiplin karena didalamnya mencakup berbagai bidang ilmu seperti kimia, fisika, ilmu kedokteran, ilmu hayati, pertanian, kesehatan masyarakat, teknik sanitasi dan lain-lain. Ilmu lingkungan adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena fisika dalam lingkungan. Ilmu ini mempelajari tentang sumber-sumber, reaksi, transportasi, efek dan kejadian fisik suatu spesies biologi di udara, air dan tanah dan pengaruh dari kegiatan manusia terhadapnya.

2. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan

     Suatu ilmu yang sudah berkembang dan mengeluarkan banyak hasil, model, dan teori yang semakin meningkat jumlahnya seperti ilmu lingkungan ini harus disadari oleh asas yang kokoh dan kuat. Asas dasar ilmu lingkungan adalah hasil kerja sistem deduksi dan induksi, oleh karena itu penyajiannya harus memungkinkan sesorang bertindak secara demikian pula. Dengan kata lain asas dasar yang dikemukakan disini adalah hasil deduksi atas asas dasar sebelumnya, yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengolah data secara induksi.

  • ASAS 1
Menyatakan bahwa semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem yang dianggap sebagai energi tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, serta tidak dapat hilang, dihancurkan, maupun diciptakan.
  • ASAS 2
Menyatakan bahwa tidak ada sistem perubahan energi sangat efisien. Misalnya pada Hukum Termodinamika II yaitu “Semua sistem biologi kurang efisien, kecenderungan umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yang tidak balik dan beradiasi menuju angkasa.”
  • ASAS 3
Menyatakan bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk pada sumber alam.
  • ASAS 4
Menyatakan bahwa semua kategori sumber alam, jika pengadaannya telah maksimal, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat maksimum.
  • ASAS 5
Menyatakan bahwa terdapat dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan.
  • ASAS 6
Menyatakan bahwa Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut.
  • ASAS 7
Menyatakan bahwa kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.
  • ASAS 8
Menyatakan bahwa sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal tersebut bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup dapat memisahkan takson.
  • ASAS 9
Menyatakan bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.
  • ASAS 10
Menyatakan bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi pada lingkungan fisik yang stabil.
  • ASAS 11
Menyatakan bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap. Contohnya seperti pada hama tikus, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian dilahan transmigran.
  • ASAS 12
Menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan.
  • ASAS 13
Menyatakan bahwa ingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh.
  • ASAS 14
Menyatakan bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi tersebut.

Sumber : 
- Anies. 2006. Manajemen berbasis lingkungan. elex media Komputindo : Jakarta
- Naja, Daeng. 2007. Bank hijau kebijakan kredit yang berwawasan lingkungan. Media Perssindo : Depok 
- http://sksg.ui.ac.id/kajian-ilmu-lingkungan-2/
- https://ahmadharisandi7.wordpress.com/2015/10/19/1-asas-asas-pengetahuan-lingkungan/

Saturday, November 12, 2016

Proposal Penelitian



ANALISIS PENGIRIMAN BARANG KEPADA KONSUMEN PADA PRODUK BINGKAI FOTO
PADA CV. ABITAMA FRAME



 
Disusun Oleh :
Nama Anggota            : 1. Muhammad Yusuf D.       / 37414595
                                     2. Prayoga Desta Risandy      / 38414498
                                     3. Rahmy Zakia Pertiwi         / 38414822
                                     4. Tegar Mujadid Mappa       / 3A414699
                                     5. Wahyu Hidayat                  / 3C414133
                                     6. Yazid Adam                      / 3C414371
Kelas                           : 3ID14




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISIS PENGIRIMAN BARANG KEPADA KONSUMEN PADA PRODUK BINGKAI FOTO
PADA CV. ABITAMA FRAME

PRPOSAL TUGAS AKHIR

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pada Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma

Oleh :
Nama Anggota            : 1. Muhammad Yusuf D.       / 37414595
                                     2. Prayoga Desta Risandy      / 38414498
                                     3. Rahmy Zakia Pertiwi         / 38414822
                                     4. Tegar Mujadid Mappa       / 3A414699
                                     5. Wahyu Hidayat                  / 3C414133
                                     6. Yazid Adam                      / 3C414371


Disettujui,
Bekasi, 12 November 2016




Irwan Santoso
Dosen Pembimbing Akademik




KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan karunia-Nya Penyusun dapat menyelesaikan penyusunan proposal penelitian ini. Penyusunan proposal penelitian  ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Metode Penelitian. Judul proposal penelitian yang penyusun pilih adalah “ANALISIS PENGIRIMAN BARANG KEPADA KONSUMEN”. Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari beebagai pihak. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1.     Bapak Irwan Santoso, selaku dosen mata kuliah Metode Penelitian.
2.     Anggota tim kelompok  yang telah berpartisipasi
3.     CV. Abitama Frame yang bersedia menjadi tempat objek penelitian.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Berdasarkan hal tersebut penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk kemajuan penyusun makalah ini. Penyusun berharap makalah ini dapat berguna bagi mereka yang membutuhkan.



Bekasi, 12 November 2016

Penyusun







BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Salah satu permasalahan dalam penjualan sebuah produk adalah kendala pengiriman barang sampai pada tangan konsumen. Permasalahan ini pada umumnya terjadi ketika sarana transportasi, baik dari segi jalan, kendaraan, cuaca maupun sarana pendukung lainnya yang belum mampu mengimbangi peningkatan jumlah permintaan pada produk. Peningkatan jumlah permintaan dan minimnya kendaraan yang tersedia menyebabkan meningkatnya aktivitas pemenuhan kebutuhan yang tentunya meningkatkan pula kebutuhan akan alat trasnportasi untuk mengirim barang. Dengan kondisi kendaraan pengiriman yang kurang memadai, perusahaan mengatasinya dengan menggunakan jasa pengiriman barang. Pemakaian jasa pengiriman ini akan menguntungkan perusahaan karena barang yang akan dikirim akan lebih mudah dan terjamin kepada konsumen.
Permasalahan pengiriman barang selalu diringi dengan minimnya jumlah kendaraan pengiriman. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah permintaan  konsumen yang meminta agar pesanan produknya diantar ke tempat konsumen berada. Perusahaan memiliki alternative dalam hal pengiriman yaitu menggunakan jasa pengiriman barang hal tersebut akan mempengaruhi dalam biaya produksi. Proses pengiriman barang ini akan mempengaruhi biaya produksi, maka perusahaan ingin mencari biaya pengiriman barang yang paling murah untuk meminimumkan pengeluaran pada biaya produksi .
Untuk penelitian kali ini, digunakan sampel pengiriman barang pada CV. Abitama Frame, Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat sebagai obyek kajian. Faktor-faktor yang digunakan sebagai dasar penggunaan adalah semakin meningkatnya orderan bingkai foto menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman barang kepada konsumen karena jumlah kendaraan yang minim. Dari permasalahan yang ada diatas, maka penelitian ini akan berfokus untuk mencari biaya transportasi termurah.

1.2              Rumusan Masalah
Peningkatan permintaan pada produk akan mempengaruhi pada pengiriman barang sehingga barang yang akan dikirim kepada konsumen mengalami keterlambatan pengiriman. Keterlambatan pengiriman akan mempengaruhi kepercayaan dan kepuasan pelanggan kepada perusahaan sehingga perusahaan mengalami penurunan permintaan. Perusahaan melakukan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu perusahaan menggunakan jasa pengiriman dan menganalisis biaya jasa pengiriman yang dikeluarkan. Rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Alternatif apa saja yang akan dipilih perusahaan untuk pengiriman?
2.      Berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menggunakan jasa pengiriman?
3.      Bagaimana cara menganalisis biaya jasa pengiriman barang yang optimal?

1.3              Pembatasan Masalah
Penelitian dan pengambilan data hanya dilakukan pada CV. Abitama Frame yang berlokasi di Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara mengamati dan menganalisis biaya jasa pengiriman.

1.4              Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi tentang jawaban dari perumusan masalah. Tujuan dari pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui alternatif yang dipilih perusahaan
2.      Mengetahui biaya jasa pengiriman yang harus dikeluarkan
3.      Menganalisis biaya jasa pengiriman yang optimal 





BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Penemuan yang Lalu
            Mengemukakan bahwa dalam arti sederhana, model transportasi berusaha menentukan sebuah rencana transportasi sebuah barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan. Data dalam model ini mencakup :
1. Tingkat penawaran di setiap sumber dan jumlah permintaan di setiap tujuan.
2. Biaya transportasi per unit barang dari setiap sumber ke setiap tujuan.
Model transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi suatu produk (barang-barang) dari sumber-sumber yang menyediakan produk (misalnya pabrik) ke tempat-tempat tujuan (misalnya gudang) secara optimal. Tujuan dari model ini adalah menentukan jumlah yang harus dikirim dari setiap sumber ke setiap tujuan sedemikian rupa dengan total biaya transportasi minimum. Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat tujuan berbeda-beda, dan dari beberapa sumber ke tempat-tempat tujuan juga berbeda-beda.
Mengemukakan bahwa metode transportasi dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik dari persoalan transportasi (pengangkutan) barang atau produk dari gudang/pabrik ke pasar tujuan dengan biaya termurah. Bila telah dapat diidentifikasi biaya angkut dari pabrik ke pasar, serta kapasitas pabrik dan permintaan pasar pun telah diketahui maka persoalan bagaimana cara pengalokasian terbaiknya dapat dikerjakan. Metode transportasi adalah metode yang paling efisien dibandingkan dengan metode simpleks. Penggunaan metode transportasi ini dipelopori oleh FL.
Beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan metode transportasi adalah mengalokasikan barang/jasa dari suatu tempat (sumber/supply) ke tempat lainnya (demand/destination) secara optimal dengan mempertimbangkan biaya minimal, pengalokasian periklanan yang efektif, pembelanjaan modal dan alokasi dana untuk investasi, analisis pemilihan lokasi usaha yang tepat, keseimbangan lini perakitan, dan penjadwalan produksi.
Gambaran umum dari persoalan angkutan dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Sebuah perusahaan yang menghasilkan barang atau komoditi tertentu melalui sejumlah pabrik pada lokasi yang berbeda, akan mengirim barang ke berbagai tempat yang memerlukan dengan jumlah kebutuhan yang sudah tertentu.
  2. Sejumlah barang atau komoditi hendak dikirim dari sejumlah pelabuhan asal kepada sejumlah pelabuhan tujuan, masing-masing dengan tingkat kebutuhan yang sudah diketahui.
  3. Sasaran dalam masalah transportasi ini ialah mengalokasikan barang yang adapada pelabuhan asal sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada pelabuhan tujuan. Sedangkan tujuan utama dari persoalan angkutan ini ialah untuk mencapai jumlah biaya yang serendah-rendahnya (minimum) atau
  1. mencapai jumlah laba yang sebesar-besarnya (maksimum).
Pada umumnya, masalah transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas, menuju beberapa tujuan dengan permintaan tertentu, pada biaya transportasi minimum. Karena bentuk masalah transportasi yang khas untuk menghitung minimasi biaya transportasi dalam bentuk tabel khusus yang dinamakan tabel transportasi.

2.1       Teori yang Mendasari
2.1.1    Metode North-West Corner
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Mulai pada pojok kiri atas (barat laut table) dan alokasikan sebanyak mungkin tanpa menyimpang dari batasab penawaran dan permintaan.
b.      Hilangkan baris atau kolom yang tidak dapat dialokasikan lagi, kemudian alokasikan sebanyak mungkin ke kotak didekat baris atau kolom yang tidak dihilangkan, jika kolom atau baris sudah dihabiskan, pindahkan secara diagonal ke kotak berikutnya.
c.       Lanjutkan dengan cara yang sama sampai semua penawaran telah dihabiskan dan keperluan permintaan telah dipenuhi.

2.2.2        Metode Least-Cost
2.2.2Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Pilih variable Xij (kotak) dengan biaya transport (cij) terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin. Ini akan menghabiskan baris i atau kolom j.
b.      Dari kotak-kotak sisanya yang layak (yaitu yang tidak terisi atau dihilangkan) pilih cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin.
c.       Lanjutkan proses ini sampai semua penawaran dan permintaan terpenuhi.

2.2.3        Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
Proses VAM dapat diringkas sebagai berikut :
a.       Hitung opportunity cost untuk setiap baris dan kolom. Opportunity cost untuk setiap baris ke-i dihitung dengan mengurangkan nilai cij terkecil pada baris tersebut dengan nilai cij satu tingkat lebih besar pada baris yang sama. Opportunity cost kolom diperoleh dengan cara yang sama. Biaya-biaya ini adalah pinalti karena tidak memilih kotak dengan biaya minimum.
b.      Pilih baris atau kolom dengan opportunity cost terbesar (jika terdapat nilai kembar, pilih secara sembarang. Alokasikan sebanyak mungkin kekotak dengan nilai cij minimum pada baris atau kolom yang dipilih.
c.       Hilangkan semua baris dan kolom dimana penawaran dan permintaan telah dihabiskan.
d.      Jika semua penawaran dan permintaan belum dipenuhi, kembali kelangkah pertama dan hitung kembali opportunity cost yang baru.



2.2.4    Metode Stepping Stone
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan jalur stepping stone untuk mencari variable masuk.
a.       Arah yang diambil boleh searah atau berlawanan arah jarum jam.
b.      Hanya ada satu jalur tertutup untuk setiap kotak kosong.
c.       Jalur harus mengikuti kotak terisi, kecuali pada kotak kosong yang sedang dievaluasi.
d.      Baik kotak terisi maupun kotak kosong dapat dilewati dalam penyusunan jalur tertutup.
e.       Suatu jalur dapat melintasi dirinya.
f.       Sebuah penambahan dan pengurangan yang sama besar harus kelihatan pada setiap baris dan kolom pada jalur itu.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN











Analisis Flowchart :
Langkah pertama dalam pembahasan ini adanya pembeli sebagai konsumen. Kemudian pembeli memesan model dan ukuran dari produk bingkai yang tersedia pada perusahaan Abitama Frame. Langkah ketiga adalah memesan produk, setelah konsumen atau pembeli memilih model dan ukuran produk pembeli atau konsumen dapat memesan kepada perusahaan Abitama. Langkah keempat adalah memproduksi bingkai sesuai dengan pesanan konsumen. Proses produksi memiliki tanggal jatuh tempo oleh sebab itu pesanan dengan tanggal jatuh tempo terdekat maka proses produksinya lebih didahulukan. Langkah kelima adalah transaksi pembayaran, setelah proses produksi selesai dan barang telah siap dikirim pembeli atau konsumen harus melunasi pembayaran pesanannya. Langkah keenam adalah pengiriman barang ke konsumen. Perusahaan memiliki satu kendaraan operasional oleh sebab itu dengan banyaknya pesanan perusahaan terkendala pada pengiriman produk jadi ke konsumen. Apabila kendaraan oprasional tersedia maka produk yang telah selesai di produksi dikirim menggunakan kendaraan operasional. Apabila kendaraan operasional tidak ada maka perusahaan bekerja sama dengan beberapa jasa pengiriman dengan harga yang relative murah, karena biaya pengiriman dengan jasa pengiriman akan mempengaruhi biaya total produksi. Setelah dilakukan pengiriman barang perusahaan memastikan barang yang dikirim telah sampai ke konsumen.


BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  Tata Laksana       
4.3.1 Waktu
Kegiatan kerja praktek akan dilaksanakan pada tanggal 8 november 2016 hingga 9 november 2016.
     4.3.2 Lokasi
Lokasi penelitian yaitu CV. Abitama Frame yang berlokasi di Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat yang dilaksanakan dengan bimbingan dosen.
4.2           Laporan
Laporan pelaksanaan penelitian akan disusun dalam bentuk laporan tertulis setelah kegiatan selesai dilaksanakan dengan bimbingan dosen

4.3  Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian pada CV. Abitama Frame, Bekasi Jawa Barat